Pemesanan Buku

Buku-buku yang terpajang di galeri ini bisa Anda dapatkan di Kampung Buku, Jalan Abdullah Daeng Sirua 192E (samping Kantor Lurah Pandang Kompleks CV Dewi), Makassar, T/F: 0411-433775, Layanan SMS 0856 5668 1100 atau email ke: distribusiininnawa@gmail.com

Kamis, 24 Mei 2012

Identitas dalam Kekuasaan, Memindai Bugis dan Makassar dalam Berpolitik


Identitas dalam Kekuasaan 
Hibriditas Kuasa, Uang, dan Makna 
dalam Pembentukan Elite Bugis & Makassar
(Imam Muhajidin Fahmid)
Ininnawa-ISPEI
Juni 2012
343 hl + vi 
Rp 82.000

Bugis dan Makassar sebagai sama-sama percaya bahwa asal-usul elite politik mereka bermula dari mitos Tomanurung (pemimpin yang turun dari langit). Keduanya menginginkan pola hubungan antara penguasa dan masyarakat bersifat kontraktual. Ini berarti bahwa kendati secara simbolik masyarakat memberi otoritas yang besar kepada si pemimpin, namun di waktu yang bersamaan, pemimpin harus taat dengan kesepakatan yang diberikan sang pemberi simbol, yakni Tomanurung.

Kontrak politik ini mulai berlangsung pada abad ke-13 di jazirah selatan Pulau Sulawesi, yang tentu menyadarkan kita bahwa ini merupakan sebuah pencapaian yang mendahului teori Thomas Hobbes, yang hidup pada abad XVI-XVII dan Montesquieu seabad setelahnya, tentang kontrak sosial.

Tapi di luar dari pandangan itu, pola perilaku mereka dalam berpolitik sangat berbeda. Bagaimana dua suku ini menyikapi siri (harga diri) dan pacce (rasa senasib) dalam dunia politik? Seperti apa cara menggunakannya dalam konteks masa kini?

Karya Imam Muhajidin Fahmid ini membedah sejarah pergerakan di Sulawesi Selatan, termasuk tarik-menarik antara Sulawesi Selatan dan Jawa dalam pusaran kekuasaan nasional. Imam menarik garis itu yang, rupanya, berhubungan awal terbentuknya elite-elite politik dengan membandingkan dua daerah yang merepresentasikan Bugis dan Makassar, Bone dan Gowa. Dan tentu juga menarasikan bagaimana tiga unsur—kuasa, uang, dan makna—diberdayagunakan untuk mencapai tujuan-tujuan sosial dan politik.

Contoh yang menarik dan perlu kita simak bersama adalah studi kasus klan Page di Desa Tabba'e, di Bone yang berhasil mendobrak sistem kebangsawanan yang awam berlaku di kawasan ini, tatkala memasuki dunia politik.

Selamat membaca. Selamat memasuki dan memindai dunia politik Sulawesi Selatan!

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

6 komentar: on "Identitas dalam Kekuasaan, Memindai Bugis dan Makassar dalam Berpolitik"

Fauzi Sain mengatakan...

salam ininawa online,
saya mau beli bukunya...caranya gimana?skr saya berdomisili di jakarta....no. hape saya 081355583191

[i] mengatakan...

Saudara Fauzi, bukunya rampung cetak akhir Mei nanti. Kami segera kabari via sms bila sudah selesai. terima kasih :)

Fauzi Sain mengatakan...

saya tunggu yah....kabarin aja, kebetulan saya termasuk pengagum sejarah dan politik..saya tumbuh besar di adat BUGIS (Bone) dan Makassar (Gowa)

Ishaq Rahman mengatakan...

Juga jika memungkinkan, kirim ke Kyoto nah, nanti Ongkir kami tanggung... :)

Fauzi Sain mengatakan...

Ishaq Rahman : Lanjut kuliahki di Universitas Kyoto?

Anonim mengatakan...

Hehehe "Ininnawa" ini nama anakku.

Posting Komentar