Pemesanan Buku

Buku-buku yang terpajang di galeri ini bisa Anda dapatkan di Kampung Buku, Jalan Abdullah Daeng Sirua 192E (samping Kantor Lurah Pandang Kompleks CV Dewi), Makassar, T/F: 0411-433775, Layanan SMS 0856 5668 1100 atau email ke: distribusiininnawa@gmail.com

Rabu, 06 April 2011

Marginalisasi Petani Garam Indonesia

Petani garam di negara ini masih menyisahkan segudang persoalan yang cukup memilukan, kebijakan pemerintah yang menjadi harapan petani belum sepenuhnya mampu menyelesaikan persoalan mendasar yang dialami oleh petani garam Indonesia. Apalagi saat ini, negeri ini mengalami krisis garam. Pemerintah lalu menempuh kebijakan impor garam dari Australia dengan nilai Rp. 2 Triliun. Kebijakan ini, lantas semakin memarginalisasi petani garam kita.
Demikian pemaparan Anwar Jimpe Rachman Direktur Penerbit Ininnawa Makassar saat menggelar konferensi pers di Warkop Daeng Anas, Makassar, siang tadi (05/04). Konfrensi pers ini digelar dalam rangka mensosialisasikan hasil penelitian terkait petani garam Indonesia yang diprakarsai oleh Ininnawa, IndonesiaBerdikari, dan INFID.
Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan problem mendasar yang dialami petani garam negeri ini adalah ketergantungannya kepada pemilik modal. “Pemilik modal ini yang menentukan harga garam bukan petani garam,” katanya. Karena itu, menurutnya, kemajuan ekonomi bagi petani garam hanyalah mimpi belaka.
Penelitian mengenai petani garam ini dilakukan daerah-daerah produsen garam Indonesia, diantaranya; Madura (Jatim), dan Arungkeke—Bangkala (Jeneponto, Sulsel). Hasil penelitian itu kini telah diterbitkan menjadi buku berjudul “Petambak Garam Indonesia dalam Kepungan Kebijakan dan Modal”.
Dalam kesempatan ini, Anwar menambahkan, bahwa sejumlah rekomendasi yang dikeluarkan menyusul hasil-hasil penelitian yang dilakukannya menunjukkan betapa termarginalisasinya petani garam di negeri ini. “Kami merekomendasikan beberapa hal, diantaranya perlunya mengatur dan menjaga ketat harga yang menetukan kebutuhan petani garam. Proyek impor garam perlu diawasi dengan ketat dan harus ada upaya untuk menciptakan tehnologi tepat guna dalam memproduksi garam yang bermutu,” tutur Anwar. (sap)

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Marginalisasi Petani Garam Indonesia"

Posting Komentar