Pemesanan Buku

Buku-buku yang terpajang di galeri ini bisa Anda dapatkan di Kampung Buku, Jalan Abdullah Daeng Sirua 192E (samping Kantor Lurah Pandang Kompleks CV Dewi), Makassar, T/F: 0411-433775, Layanan SMS 0856 5668 1100 atau email ke: distribusiininnawa@gmail.com

Senin, 11 Januari 2010

Kuasa Berkat dari Belantara dan Langit


Kuasa Berkat dari Belantara dan Langit: Struktur Transformasi Agama Orang Toraja di Mamasa, Sulawesi Barat (Power of Blessing from the Wilderness and from Heaven:Structure and Transformations in the religion of the Toraja in the Mamasa area of South Sulawesi)
Penulis: Kees Buijs
Penerjemah: Ronald Arulangi
Editor: Anwar J Rachman
Penebit: Ininnawa dan KITLV-Jakarta
Cetakan Pertama, November 2009
Halaman | 337 + vi
Harga: Rp59.000,-

Para perempuan lari dari kampungnya malam itu, masuk hutan seraya berteriak dan menanggalkan pakaian. Dalam keadaan kerasukan roh-roh hutan belantara, mereka naik pohon beringin, barana’, dan menari di atas dahannya hingga dinihari. Ritual perempuan itu menjadi salah satu ritual sangat menarik yang diberi perhatian dalam buku ini.
Orang Toraja hidup di kawasan pegunungan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Akar-akar agama tua mereka, aluk toyolo, berasal dari masa sebelum agama Hindu dan Buddha masuk di Indonesia sekitar 1500 tahun lalu.
Aluk toyolo memiliki ciri-ciri yang berhubungan dengan perbedaan antara unsur-unsur perempuan dan laki-laki. Dalam buku ini, beberapa ritual tua diurai rinci, seperti ritual berburu kepala, ritual naik pohon barana’, dan ritual kesuburan. Begitu pula dengan ritual lain yang terkait kelahiran, pernikahan, dan kematian diberi perhatian, terutama dimana mereka memperlihatkan perubahan-perubahan terkait fokus yang terdapat dalam agama. Dulu dewa-dewa langit bersama dengan para dewa di bumi diharapkan memberkati pelaksana ritual-ritual, sekarang unsur dewa-dewa di bumi hampir tidak ada lagi. Transformasi ke arah langit bersama latar belakangnya diberi banyak perhatian dalam buku ini.
Kees Buijs (1944) pernah bekerja di Sulawesi dalam bidang pembinaan warga Gereja Toraja Mamasa. Di samping melaksanakan tugas di gereja, dia juga mengumpulkan banyak data antropologi agar kebudayaan Toraja Mamasa dapat disimpan dan dianalisa. Sebagai hasil studi antropologi tesisnya dipertahankan di Universitas Leiden, Belanda, pada tahun 2004 dengan Judul Power of Blessing from the Wilderness and from Heaven.[]

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

1 komentar: on "Kuasa Berkat dari Belantara dan Langit"

Bahasa Toraja mengatakan...

Orang Toraja hidup di kawasan pegunungan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Akar-akar agama tua mereka, aluk toyolo, berasal dari masa sebelum agama Hindu dan Buddha masuk di Indonesia sekitar 1500 tahun lalu.
_______________________
Mohon dikoreksi
Aluk Todolo bukan aluk toyolo (dialek bugis/makassar). Menurut penelitian antropologi ritual2 aluk todolo jauh sudah ada sebelum 1500 tahun yang lalu. Bahkan sebelum agama hindu dan buddha masuk indonesia.
Jika diteliti dengan seksama Aluk todolo tidak ada hubungan sama sekali atau kesamaan dengan agama hindu maupun buddha. Memang Penganut aluk todolo pada masa orde baru di kategorikan agama hindu toraja tapi itu karena aturan kenegaraan Indonesia yang hanya mengakui agama besar saja.

Posting Komentar